Apa Itu Concealer

Yap, setelah membahas foundation, hari ini mimin akan menjelaskan apa itu concealer untuk kalian. Sebagian orang terkadang hanya meremehkan concealer.. Nah, pada artikel ini, selain akan menjelaskan pengertian concealer, mimin juga akan memberikan beberapa info lain tentang concealer… Yuk langsung aja!

 

Jika kamu memiliki kulit berjerawat atau noda hitam pada wajah atau memiliki kantung mata, makeup pasti menjadi solusi bagi kamu yang ingin tampil segar. Jerawat, kemerahan, dan noda hitam pada wajah serta mata panda dapat ditutupi dengan foundation atau BB cream. Jika masih terlihat, kamu bisa menggunakan concealer.  Yap, concealer bisa menjadi penyelamat di saat-saat kondisi wajah tidak prima. Memakainya pada wajah dapat menutupi jerawat, kemerahan, noda hitam, dan kantung mata dengan baik, dibandingkan hanya dengan alas bedak saja.

Concealer sendiri adalah salah satu produk kecantikan yang digunakan untuk menutupi kekurangan pada wajah, sehingga membuat kulit seseorang terlihat lebih mulus. Concealer dapat digunakan oleh berbagai jenis kulit; kulit kering, berminyak atau kombinasi, termasuk kulit berjerawat. Contohnya, untuk kulit berjerawat, kamu bisa menggunakan concealer yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid. Benzoyl peroxide dipercaya dapat mengurangi jumlah jerawat yang disebabkan oleh bakteri serta yang disebabkan oleh kulit kering dan mengelupas. Selain itu, produk yang berbahan salicylic acid dapat digunakan pada kulit berminyak dan berjerawat. Kandungan ini dipercaya dapat meringankan peradangan dan kemerahan.

Lalu, apa aja sih macamnya?

  1. Stick

Biasanya concealer  jenis ini diaplikasikan di bawah mata, caranya sama seperti ketika mengaplikasikan lipstik pada bibir. Kamu bisa memakainya setelah atau sebelum menggunakan alas bedak

Tips: hindari menggunakannya pada area mata dengan cara menarik atau menggores-goreskannya, hal ini dapat menyebabkan kulitmu menjadi kendur. Jika di bawah area mata kamu kering dan berkeriput, kamu dapat memberikan pelembab yang ringan terlebih dahulu. Pastikan pelembab tidak terlalu berminyak, sehingga tidak terlihat berat di wajah.

Kelebihan: dapat menutupi kekurangan dengan hampir sempurna.

Kekurangan: biasanya jenis ini lebih berminyak, jadi tidak perlu mengoleskannya tebal-tebal.

 

2. Liquid

Biasanya memiliki wadah seperti tabung serta memiliki ‘tongkat’ aplikator untuk mengaplikasikannya.

Tips: kamu bisa mengoleskannya dengan jari atau dengan aplikator, dan bubuhkan berupa titik-titik kecil pada area di kulit yang ingin kamu tutupi.

Kelebihan: lebih ringan dan tidak terlalu berminyak, sehingga kamu bisa menambahkan lapisannya lagi.

Kekurangan: karena berbentuk cair, memiliki tekstur yang sulit untuk diatur sebab mudah ‘lari’ ke mana-mana.

3. Cream

Biasanya concealer tipe ini dituangkan pada sebuah wadah kecil, seperti wadah eyeshadow, teksturnya pun lembut dan creamy.

Tips: jenis ini sangat mudah diaplikasikan pada wajah baik dengan menggunakan jari, kuas, atau spons.

Kelebihan: cocok digunakan untuk kulit kering. Teksturnya creamy dan melembabkan, namun ada kalanya menjadi tebal dan berat. Kelebihan lainnya adalah mudah dibaurkan pada wajah.

Kekurangannya: terkadang konsistensinya menjadi terlalu tebal dan berminyak. Hal tersebut dapat memperlihatkan garis muka.

 

Nah, nahhh.. cukup banyak ya penjelasan mimin hari ini… Mimin lanjut besok lagi yahhh….

 

Foundation Mana yang Tepat Untukku?

Foundation atau foundi merupakan sebagai salah satu makeup dasar, foundi memiliki peranan yang cukup vital dalam mengaplikasikan makeup. Tidak mau kan wajahmu terlihat putih seperti topeng, atau tampak semakin berminyak karena memakai foundation yang tidak tepat? Lalu, bagaiman langkah memilih foundation yang tepat? Yuk, simak langkah-langkah yang mimin tulis!

  1. Ketahui Kebutuhanmu

Nah, kamu harus tahu kebutuhan kulitmu. Apa jenis kulitmu? Masalah apa yang sering terjadi pada kulitmu? Apakah kulitmu cenderung kering atau berminyak? Apakah kamu mencari hasil akhir matte atau berkilau? Kamu bisa membuat catatan kecil mengenai apa saja yang kamu inginkan untuk membantumu mencari foundi Catatan kecil ini bisa menjadi pengingatmu nanti ketika menemukan begitu banyak jenis produk yang ditawarkan, dan tidak tahu harus mulai dari mana.

 

  1. Mulai Mencari

Setelah mengetahui apa saja yang kamu inginkan dan butuhkan melalui catatan kecil tadi, sekarang saatnya mencari. Mulailah dengan browsing foundi sesuai kategori dari catatanmu. Pakailah kata kunci yang lebih spesifik untuk mempercepat pencarianmu. Misalnya saja, foundation matte untuk kulit berminyak, atau foundi ringan terbaik. Lihatlah merk-merk, komposisi, serta detail lain yang sesuai dengan kebutuhanmu. Setelah itu, catat produk mana yang ingin kamu coba. Untuk mulai menggunakan produk baru, cara terbaik adalah langsung mencobanya. Dengan begitu kamu bisa melihat warna aslinya (apakah lebih terang atau gelap), dan teksturnya ketika diaplikasikan.

 

  1. Bawa Foundation Lamamu Jika Ingin Ganti

Jika kamu sudah memiliki foundi yang cocok dengan kulitmu, tapi kamu ingin mencoba formula atau warna baru, jangan lupa untuk membawa foundi lamamu. Tujuannya adalah agar kamu bisa membandingkannya dengan poduk baru yang ingin kamu coba secara langsung.

 

  1. Gunakan Cahaya Alami

Pencahayaan lampu bisa menipu. Oleh sebab itu, lihatlah hasil foundi yang kamu coba di luar ruangan dengan cahaya alami. Kalau terlalu kuning, pink, putih,atau berat, cobalah warna atau merk lain. Foundi yang tepat seharusnya terlihat mulus alami, apapun pencahayaannya.

 

  1. Mintalah Contoh Produk

Mencoba berbagai macam foundi dalam sehari bisa membuatmu bingung. Apalagi biasanya kesan pertama kali memakai produk baru akan berbeda dengan kesan ke dua dan seterusnya. Jangan sampai kamu menyesal sesampainya di rumah. Mintalah contoh foundi yang kamu sukai jika memungkinkan. Cobalah selama 1 minggu sebelum memutuskan produk mana yang kamu pilih. Dengan demikian, kamu bisa melihat efeknya ketika dipakai. Apakah foundi tersebut cepat luntur? Bagaimana jika terkena keringat? Bagaimana jika dikombinasikan dengan bedak dan concealer? Tampak seperti apa di foto? Dan hal penting lainnya yang tidak bisa  kamu ketahui kalau tidak mencobanya.

 

Nah, cukup membantu kan artikel mimin hari ini?

Foundation untuk Kulit Berjerawat

Duh, jerawat dimana – mana nih, padahal mimin mau kondangan temen nikahan *nah, mimin kapan nikah yakkk? Duh!* Mimin sempet galau nih sebenernya boleh nggak sih kulit berjerawat memakai foundation? Ada yang bilang kalau foundation bisa membuat wajah jerawatan. Tapi untungnya, mimin googling dulu sih buat nemuin jawaban yang klik.. Ternyata kalau kulit kamu lagi berjerawat, bisa kok diatasin dengan foundation yang tepat. Gimana caranya? Yuk langsung aja…

Seperti biasa, mimin akan menjelaskan terlebih dulu foundation itu apa.

Foundation atau yang biasa mimin sebut dengan foundi adalah salah satu jenis make up wajah yang dapat menutupi kekurangan wajahmu dengan sempurna sehingga tampak flawless. Formulanya yang coverage biasanya membuta formula foundation terasa thick, sehingga bisa menutupi pori-pori dan membuat jerawat. Formulanya yang tebal ini biasanya sering dihindari oleh orang yang memiliki berjerawat karena khawatir dengan formulanya. Lalu, tips memilih foundation yang tepat seperti ini :

  1. Hindari Foundation Padat atau Stick

Foundation padat atau stick yang memiliki formula yang lebih berat dan solid memang bisa menutupi jerawatmu dengan lebih sempurna. Namun, kulit jadi susah untuk bernafas. Ingat, long-wear foundiyang tebal biasanya riskan menyumbat pori-pori kulit. Foundation stick juga tak jauh beda karena kebanyakan mengandung acrylics yang sering digunakan sebagai zat pengikat. Kamu yang berjerawat sebaiknya menghindarinya karena acrylics dapat menutupi pori-pori dan memperparah wajah berminyak dan berjerawat.

  1. Hindari Formula yang Shimmery

Efek bercahaya yang dihasilkan foundi shimmery berasal dari kandungan Bismuth Oxychloride, yaitu pigmen dengan pearlescent finish yang banyak ditemukan pada bronzer, blush, dan eye shadow. Kandungan ini juga bisa memperburuk jerawat, khususnya cystic acne. Kalau kamu memang ingin make up bernuansa shimmery, kamu masih bisa memakainya. Namun pastikan untuk membersihkan wajah sampai bersih dua kali sehari, yaitu di pagi hari dan malam hari. Dengan begitu, residu makeup-mu dapat benar-benar terangkat dan tidak menyumbat pori-porimu.

  1. Hindari Foundation yang Mengandung Alkohol dan Parfum

Alkohol sering dipakai di dalam foundi untuk membantu foundi agar dapat terserap ke dalam kulit. Alkohol juga berfungsi sebagai astringent yang dapat mengurangi minyak di kulit wajah. Masalahnya, bahan ini juga dapat memicu kekeringan dan iritasi. Hal ini dapat menyebabkan kelenjar minyak hilang kendali dan menimbulkan noda di wajah. Kandungan alkohol yang harus diwaspadai adalah ethanol atau ethyl alcohol, denatured alcohol, methanol, isopropyl alcohol, SD alcohol, dan benzyl alcohol. Kalau kamu menemukan kandungan tersebut berada di bagian atas daftar kandungan foundi, artinya konsentrasinya cukup tinggi dan bisa memperparah jerawat.

  1. Pilih Tekstur Mattifying

Gunakanlah foundi yang kandungan utamanya oil-free dan air agar wajah tidak semakin berminyak. Formula yang mengandung minyak dapat memicu komedo, yang kemudian dapat berkembang menjadi jerawat. Lebih baik lagi kalau memilih foundi yang mengandung air karena dapat meminimalisir iritasi. Kamu juga bisa mencari produk foundi yang mencantumkan “non-comedomic” pada kemasannya.

  1. Pilih yang Mengandung Bahan Pencegah Jerawat

Ada foundi yang memang diperuntukkan bagi kulit berjerawat. Foundi tersebut mengandung bahan yang dapat mencegah dan memerangi jerawat, seperti kandungan salicylic acid. Salicylic acid memiliki khasiat anti inflamasi yang bisa menyingkirkan minyak berlebih dan sel-sel kulit mati dari permukan kulit wajah. Begitu juga dengan foundi yang mengandung dimethicone karena bahan ini mampu menyerap minyak berlebih dan meminimalisir penampakan pori-pori yang lebar. Selain itu, kandungan tersebut juga dapat mengurangi kemerahan dan iritasi.

Nah.. sekarang kamu ga perlu khawatir lagi kan, girls…

Base Make Up

Yap, masih dalam konten dasar make up nih, girls… Beberapa pemula make up sering mengajukan pertanyaan yang sama ke mimin. Seberapa pentingnya sih menggunakan base make up, min? Fungsinya sendiri apa, min? Nah, di artikel kali ini mimin akan menjelaskan itu semua yah ke kalian supaya kalian ga bingung lagi.. Yuk langsung aja…

Memang sih menggunakan primer atau base makeup mungkin memang menambah langkah-langkah dalam rutinitas pengaplikasian makeup kamu. Pasti banyak dari kalian yang melewatkannya, padahal produk ini memiliki banyak manfaat untuk mencapai makeup wajah yang sempurna. Sebelum mengetahui fungsinya, mimin akan menjelaskan terlebih dahulu yah.. Base mirip seperti pelembab yang digunakan sebelum menggunakan foundation, keduanya membuat pengaplikasian foundation menjadi lebih mudah, serta menjadi pemisah antara kulit dan foundation. Hanya saja, jauh lebih baik daripada hanya menggunakan pelembab.

Nah, dalam penggunaannya ternyata base make up menyerap minyak pada wajah yang membuat wajah menjadi  tidak berminyak, terlihat lebih matte, dan tetap menjaga kelembaban kulit wajah. Selain itu, juga membantu membuat pori-pori terlihat lebih kecil yang membuat foundation dapat teraplikasi dengan sempurna pada wajah.

Menurut makeup artis Laura Mercier, seperti yang dikutip dari www.beauty.about.com, base make up memiliki beberapa manfaat antara lain:

1. Dapat membuat foundation tetap bertahan dalam udara panas.

2. Membantu mencegah kulit agar tidak menyerap talc dan pigmen dari foundation yang digunakan serta mencegah talc menyerap minyak dari kulit.

3. Primer biasanya mengandung tumbuh-tumbuhan seperti lavender, jeruk, melati, mawar, anggung, kiwi dan ekstrak aloe yang dapat menenangkan dan menyegarkan kulit.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui manfaat-manfaat dari penggunaan base make up sebelum menggunakan makeup pada wajah. Masih mau melewatkan satu langkah penting ini??

 

Bulu Mata Lentik

Hai, hai, haiiii….. Siapa sih yang ga mau punya bulu mata lebat dan lentik? Capek kan pasti kalau kalian pakai bulmat palsu melulu? Selain tidak baik bagi mata karena zat kimia nya, lebih baik menggunakan cara alami untuk melentikkan bulu mata. Gimana dong tapi caranya? Yap, hari ini mimin akan memberikan tips untuk kalian agar bulu mata kalian menjadi lentik dan cantik.

  1. Campuran Daun sirih dan Lidah Buaya kalian dapat menggunakan campuran daun sirih dan lidah buaya,. Tau sendiri kan kalau khasiat lidah buaya memang sangat bagus untuk kesehatan rambut, maka lidah buaya juga dapat digunakan untuk melebatkan  bulmat. Caranya
  • Siapkan daun sirih yang masih muda
  • remas daun sirih tersebut hingga mengeluarkan lendir (jangan hingga hancur)
  • Kemudian oleskan lendir daun sirih tersebut pada ujung lidah buaya yang sudah dipatahkan
  • Biarkan hingga cairan tersebut menyatu sampai 5 menit
  • Kemudian oleskan cairan tersebut pada bulu mata, dan biarkan hingga 2 jam
  • Setelah selesai, bersihkan bulu mata menggunakan daun sirih baru yang sudah dicelupkan air hangat.
  1. Kulit Lemon Selain lidah buaya, kalian juga dapat menggunakan kulit lemon. Hal ini disebabkan Lemon memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit serta memperpanjang bulmat kita. Caranya seperti berikut:
  • Siapkan beberapa kulit lemon
  • Setelah itu, rendam air lemon tersebut ke dalam minyak jarak dan minyak zaitun.
  • Dan biarkan kulit lemon terendam hingga 4 hari.
  • kemudian gunakan ramuan tersebut untuk digunakan sebagai masker
  • Agar hasilnya bisa cepat dirasakan. Gunakan ramuan tersebut minimal 2 hari sekali
  1. Menggunakan minyak zaitun Seperti yang kita tahu, olive oil atau minyak zaitu banyak sekali kandungan manfaatnya untuk kesehatan kulit, vitamin E yang terkandung didalamnya bisa juga untuk melebatkan bulmat. Selain dapat menebalkan, minyak zaitun juga dapat memanjangkan bulmat kamu loh, girls. Caranya juga sangat sederhana. Kamu hanya perlu mengoleskan minyak zaitu pada bulu mata tiap sebelum tidur. lakukan dengan baik dan rutin agar hasilnya pun cepat.

 

Saran dari mimin, untuk mencegah kerontokan bulu mata, sebaiknya hindari alat pelentik bulu mata karena hal ini akan membuat bulu mata semakin rapuh. Sebaiknya lakukan saja tips diatas yang bermanfaat, selain tanpa efek samping, jika dilakukan secara rutin maka hasilnya juga akan bagus.

Yappp, ini tips sederhana dan alami dari mimin.. Semoga bermanfaat yah bagi kalian !

 

Xoxo

 

Eyeshadow Primer

Girls, yuk lanjut ke make up mata, setelah kemarin mimin membahas perbedaan bb cream vs foundation.. Hihihi… Bagi para pemula, pasti kalian bingung apa itu eyeshadow primer dan fungsinya itu untuk apa sih? Di artikel kali ini, mimin akan membahas tentang eyeshadow primer dan fungsinya yah…

Ternyata, selain eyeshadow primer ada eyeshadow base.. Nah… Mimin jelaskan sekalian deh yah hari ini.. Simpelnya, perbedaan yang mendasar mengenai dua produk kosmetik ini sebagai berikut:

Eye primer ini memiliki fungsi yang sama seperti face primer, yaitu mempersiapkan mata untuk semua produk yang akan dipakainya nanti, menahan minyak alami sehingga sewaktu kalian mengaplikasikan eye shadow tidak menggumpal. Nah produk ini artinya dapat membuat tampilan eyeshadow tahan lebih lama, memperbaiki ketidakseimbangan warna kulit mata, membuat permukaan kulit lebih halus, membuat warna lebih mudah untuk dibaurkan, dan lain lain. Eye primer pun biasanya memiliki konsistensi atau tekstur yang sama seperti face primer, yaitu ringan, mudah menyerap, dan cukup creamy.

Sedangkan eye base memiliki fungsi yang hampir sama seperti foundation, yaitu sebagai kanvas sebelum kita mulai melukisnya. Adapula fungsi lain dari eye base adalah membuat warna eyeshadow lebih cerah dan membuat produk lain seperti shimmer atau glitter lebih menempel.

Eye base biasanya memiliki bentuk yang lebih padat/kental daripada eye primer, meskipun ada beberapa eye base yang tidak demikian. Banyak produk yang bisa dipakai untuk menjadi eye base, misalnya cream eyeshadow, gel liner, pencil liner, concealer, atau bahkan cream foundation.

Lalu bagaimana cara memakai produk tersebut? Yap, cara memakai kedua produk ini sama seperti makeup pada wajah, primer terlebih dahulu kemudian base. Kemudian kapan sebaiknya memakai kedua produk tersebut? Menurut mimin pribadi, eye primer adalah suatu keharusan karena fungsi-fungsi yang sudah mimin sebutkan diatas. Sedangkan eyeshadow base adalah pilihan, tergantung jenis eyeshadow yang akan dipakai dan mood saya terlihat seperti apa.

Hihihi …. gimana ? Sudah cukup clear kah dengan artikel ini? Semoga membantu kamu, girls!

Foundation vs BB Cream vs CC Cream

Girls, setelah kemarin mimin membahas istilah make up, kalian juga pasti sudah tidak asing lagi dengan produk-produk kosmetik ini : Foundation, BB Cream, CC Cream hingga DD Cream. Tetapi apakah kamu masih merasa bingung dan tidak bisa membedakan manfaat serta kegunaan dari produk-produk tersebut ? Nah, ada baiknya, sebelum kamu mencoba produk tersebut, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu manfaatnya sehingga ladies akan lebih mudah dalam memilih yang sesuai kebutuhan. Yap dan hari ini mimin akan menjelaskan perbedaan dari foundation, BB Cream dan CC Cream…

  1. Foundation

Foundation sudah dikenal sejak lama sebagai alas bedak. Foundation sendiri adalah alas bedak yang berbentuk cair atau ada juga yang berbentuk padat. Foundation memiliki tekstur yang kental dan pekat sehingga dia mampu menutupi kekurangan pada wajah dengan sangat baik. Foundation banyak digunakan apabila seseorang ingin tampil dengan tingkat make up yang tebal dan tahan lama, karena foundation mampu membuat bedak menjadi lebih awet.Foundation dapat melembabkan wajah yang kering dan meratakan warna kulit yang belang. Foundation memiliki berbagai jenis gradasi warna yang dapat digunakan untuk sehari-hari pada jenis kulit berbeda. Karena tingkat coverage-nya sangat tinggi, maka foundation cocok menjadi pilihan untuk anda yang sedang ingin pergi ke pesta atau acara formal.

  1. BB Cream (Blemish Balm / Beauty Balm Cream)

Konsep awal BB cream tercipta pada tahun 1950-an ketika seorang dermatologis asal Jerman bernama Dr. Christine Schrammek menciptakan salep untuk pasiennya setelah menjalani perawatan pengelupasan kulit wajah. Ternyata krim itu tidak hanya memperhalus dan melindungi kulit, namun juga menutup kemerahan pada wajah. Kemudian produk tersebut dijual ke pasaran dengan nama blemish balm atau BB cream.

BB cream memiliki tekstur lebih ringan dari foundation, namun lebih pekat dibandingkan pelembab berwarna. BB cream kadang mengandung SPF, namun bahan utamanya adalah antioksidan yang membantu melindungi kulit terhadap radikal bebas dan kerusakan dari polusi. BB cream sangat cocok digunakan sehari-hari karena hasilnya sangat alami seperti tidak memakai apapun tapi mampu menutup kekurangan wajah dengan baik. Dengan kata lain BB cream hampir sama fungsi seperti foundation tapi dengan formula yang lebih ringan.

 

  1. CC Cream (Color Correcting / Complexion Corrector)

Lalu, CC cream atau dikenal sebagai Color Correcting atau Complexion Corrector adalah formula yang lebih ringan dibandingkan BB cream atau foundation pada umumnya. Sebagian besar CC cream memiliki tekstur krim lembut yang sangat ringan dan halus.

Konsep dibalik CC cream adalah menyamarkan perbedaan warna kulit pada wajah, kemerahan dan hiperpigmentasi dengan menambahkan bahan lycopene untuk membantu mengurangi kemerahan dan memberikan nutrisi vitamin C agar wajah tampak bercahaya.

Jika Anda memiliki permasalahan wajah, seperti warna kulit yang tidak rata, garis-garis halus, kerutan, atau kemerahan dan iritasi, produk CC cream dapat membantu dan hasilnya bisa lebih efektif dibandingkan BB cream.

 

Nah, jika kamu bingung untuk memilih memakai yang mana… mimin akan lebih dalam lagi menjelaskannya..

BB cream untuk konsumen dengan usia yang lebih muda, tidak membutuhkan koreksi warna untuk wajah, dan puas dengan pulasan tipis secara instan, serta manfaat SPF. BB cream tidak menutupi pori-pori atau memperburuk permasalahan yang ada pada kulit wajah, maupun tidak memperbaiki secara signifikan. Seorang konsultan kosmetika menyebutkan BB cream terkonsentrasi pada tujuan memperhalus.

Sementara CC cream membantu mengatasi berbagai masalah kulit wajah secara menyeluruh, seperti kemerahan atau pigmentasi, tapi tidak seberat sebagaimana alas bedak. Cocok untuk kulit orang yang lebih dewasa dengan kondisi yang semacam itu. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk memaksimalisasi CC cream adalah dengan menggunakannya sebagai lapisan pertama sebelum menggunakan foundation. Dengan ini, kamu dapat menampilkan warna kulit yang indah sekaligus memberikan manfaat anti-penuaan dan menjaga kelembapan

Istilah Make Up

Hai hai haii !! Setelah dari kemarin mimin bahasnya tentang beberapa pengetahuan tentang mata, hari ini mimin akan membahas istilah – istilah make up sebelum lebih lanjut membahas jenis – jenis make up dan tutorialnya… Hihihi…
Kalian pasti juga sering banget kan nonton tutorial makeu up di Youtube, nah tapi sebenernya kalian ini paham ga apa yang mereka omongin ? Atau kalian malah bingung dengan istilah-istilah yang mereka katakan dalam menggunakan atau membicarakan makeup? Yuk langsung aja, supaya kamu ga curious lagi !

 

  1. Patchy

Patchy adalah istilah yang menggambarkan pigmentasi yang tidak konsisten dalam suatu produknya, Mimin ambil contoh yang gampang aja yaa misalnya lipstick. Kalian pasti pernah dong pake lipstick yang kalo kalian swipe ke bibir kalian itu warnanya langsung keluar dan tebel jadi bener-bener ngecover warna bibir asli kalian? Contoh yang lagi happening banget adalah lipsticknya Kylie Jenner (top). Tapi ada juga beberapa lipstick yang kalau kita swipe ke bibir itu warnanya gak begitu keluar dan gak ngecover seluruh bibir kita, jadi bikin bibir kita belang dan warnanya gak rata karena kita masih bisa ngelihat bagian warna asli dari bibir kita.. Nah itu yang dinamakan dengan “patchy”. Hal ini bisa juga terjadi pada Foundation, Blush, Bronzer, Contour, Highlighter dan juga Eyeshadow jadi agak susah pengaplikasiannya di muka karena pigmentasinya gak konsisten.. “Patchy” ini bisa terjadi karena produk itu sendiri yang tidak konsisten ataupun kondisi kulit muka dan bibir kita yang terlalu kering atau bertekstur. So, kalo muka kalian lagi kering banget lebih baik pakai pelembab dulu ya girls biar makeupnya lebih bagus pas udah di aplikasikan.

 

  1. Pigmented

Pigmented ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu produk mengandung banyak pigmen warna yang menyebabkan produk tersebut warnanya sangat keluar saat di aplikasikan. Contohnya adalah Eyeshadow, kalau kalian beli eyeshadow dengan warna yang cantik seperti coklat atau bahkan merah, kalian pasti mengharapkan warna yang kalian lihat di produk itu akan sama juga hasilnya kalau kalian aplikasikan dimata kann, tapi ada beberapa eyeshadow yang kalau kita aplikasikan di mata hasilnya akan menjadi lebih tipis dan warnanya gak keluar di mata ini adalah contoh eyeshadow yang “kurang pigmented” namun ada juga beberapa eyeshadow yang dengan hanya sekali ulas pada brush lalu di aplikasikan pada kelopak mata memiliki warna yang sangat keluar dan tidak tipis, ini disebut “pigmented”. Yap lagi – lagi gak cuma di eyeshadow, semua produk makeup seperti Blush, Bronzer, Highlighter, Mascara, Lipstick, Concealer, Brow Product juga menggunakan istilah ini karena pada dasarnya semua produk makeup memiliki pigmen warna. Semua makeup di harapkan “pigmented” karena memudahkan pengaplikasian, tapi ada juga beberapa produk makeup yang sengaja dibuat tidak terlalu “pigmented” untuk memudahkan kita mengatur ketebelannya, salah satunya adalah produk alis.

 

  1. Glowy / Dewy

Apa lagi sih ini? Istilah ini biasa digunakan untuk Face Product seperti Foundation, Face Primer, dan juga Highlighter untuk menggambarkan hasil riasan yang membuat kulit kita terlihat cerah, natural dan juga sehat atau bisa juga disebut mengkilap karena pada dasarnya kulit sehat itu adalah kulit yang tidak terlihat kering namun terlihat cerah dan juga mengkilap, Namun jangan salah loh “Dewy” dan “Oily” adalah hal yang sangat berbeda jauh, riasan makeup dengan finish “Dewy/Glowy” itu membuat muka kita terlihat mengkilap beberapa area saja, bukan diseluruh muka biasanya yang ingin ditambahkan efek “Dewy/Glowy” adalah tulang pipi, tulang hidung, tulang alis, bagian atas bibir namun ada beberapa orang yang menambahkan efek ini pada dagu dan juga dahi tergantung selera kalian masing-masing aja. Tidak semua orang menyukai makeup yang memunculkan efek seperti ini, karena untuk orang yang memiliki kulit berminyak menghindari riasan yang “Dewy/Glowy” karena akan membuat kulit mereka lebih terlihat berminyak.

 

  1. Greasy / Oily

Nah, kalo ini udah agak paham kan ya dari artinya… Oily ini adalah istilah yang menggambarkan kata “berminyak”. Sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama, namun penggunaan katanya saja yang berbeda. “Greasy” biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan, misalnya “my foundation feels greasy” sesuatu yang bisa kita rasakan efeknya di muka kita tapi ada juga yang menggunakan kata-kata ini untuk menggambarkan keadaan misalnya “my foundation looks greasy”.

 

  1. Creasing

Creasing mungkin masalah semua orang saat menggunakan makeup terutama concealer. Creasing itu keadaan dimana concealer kalian bergerak kebawah atau bisa juga disebut melting, biasanya creasing itu lebih cepat terjadi pada orang yang memiliki kulit berminyak karena masalah utama creasing adalah minyak. Creasing pada concealer menyebabkan concealer kita turun dan stuck di fine line kita dan membuat garis-garis di wajah kita sangat terlihat. Creasing gak cuma terjadi pada concealer, pada Foundation bahkan eyeshadow pun bisa terjadi. Tapi masalah ini bisa dicegah dengan menggunakan powder, jadi girls , kalian jangan lupa ya pake bedak supaya gak creasing..

 

  1. Blend

Blending adalah teknik yang sangat umum dalam menggunakan makeup, karena kita mau semua makeup kita terlihat blended. Jadi intinya istilah blend ini digunakan untuk membuat riasan makeup kita rata dan juga menyatu dengan kulit. Istilah blending sangat akrab dalam pengaplikasian eyeshadow, karena dalam pengaplikasian eyeshadow akan lebih baik jika kita blend setiap transisi warna nya agar terlihat rapih dan juga bagus. Selain pada eyeshadow, pada foundation dan concealer pun kita harus menggunakan teknik blending yang benar agar foundation dan concealer kita menyatu dengan kulit. Begitu juga dengan pengaplikasian bronzer, contour, blush, dan juga pwder. Karena kita gamau dong makeup kita terlihat menumpuk di satu tempat karena kita gak blend dengan baik?

 

Nah, istilah – istilah di atas merupakan istilah yang sering juga mimin dengar saat nonton tutorial di Youtube.. Gimana? Se enggaknya kalian udah sedikit ngerti donk?

Buta Warna

Yap, bulan April ini rasanya mimin penuh dengan berbagai macam penyakit mata yah! Nah, artikel hari ini mimin akan membahas tentang pengertian buta warna sampai penyebabnya. Yuk langsung aja…

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penderita penyakit ini cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna ini. Kasus buta warna total sangat jarang ditemukan dan kebanyakan penderita bisa beradaptasi dengan kondisi ini sehingga tidak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius.

Nah, gejala yang dialami yaitu ditandai dengan hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang yang normal dapat melihat ratusan warna. Gejala lainnya, sebagian penderita tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami buta warna sebelum menjalani tes penglihatan warna. Tipe – tipe buta warna yang ada sebagian besar penderita akan sulit membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau seperti warna oranye dan cokelat. Tipe ini disebut dengan buta warna merah-hijau. Tipe ini juga menjadikan penderita sulit membedakan antara warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Dan pria memiliki kecenderungan mengalami buta warna tipe ini lebih besar dibandingkan dengan wanita. Tipe yang paling jarang terjadi adalah buta warna tipe biru-kuning di mana penderita tidak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Seorang penderita dapat melihat warna-warna tersebut lebih kusam dibandingkan orang-orang yang memiliki penglihatan normal.

Lalu, penyebabnya apa aja sih?

1.    Faktor genetik. Kebanyakan penderita yang mengalami sejak lahir disebabkan oleh faktor genetik yang berikatan dengan kromosom X. Seorang ayah penderita buta warna tidak akan memiliki anak yang menderita buta warna kecuali pasangannya memiliki gen buta warna. Hal ini mungkin karena wanita lebih berperan dalam menjadi pembawa gen (carrier) yang akan mewarisi buta warna kepada anak. Penderita akibat faktor genetik juga jauh lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, walau terkadang kondisi ini dapat melewati satu generasi. Anak perempuan dipastikan mengidap buta warna jika kedua orang tua adalah pembawa gen buta warna.

 

2.    Penyakit. Terdapat sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, glaukoma, kanker darah (leukemia), diabetes, pecandu minuman beralkohol kronis, degenerasi makula, dan anemia sel sabit.

 

3.    Usia. Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.

 

4.    Bahan kimia. Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun, misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.

 

5.    Efek samping pengobatan tertentu. Yap, beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti digoxin, phenytoin, klorokuin, dan sildenafil. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat.

Penting bagi orang tua untuk dapat mengenali karakteristik dan gejala-gejala sejak awal karena kondisi ini dapat berdampak kepada kemampuan belajar anak. Anak-anak yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di rumah maupun di lingkungan luar rumah, termasuk di sekolah jika guru tidak mengetahui masalah ini juga. Beberapa contoh aktivitas penting lain yang bisa terganggu, yaitu: kesulitan membedakan rambu lalu lintas, membedakan obat yang tidak dilabeli dengan baik, membedakan daging matang dan mentah.

Untuk kasus buta warna sendiri sampai sekarang ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan girls… Namun banyak penderita buta warna yang mampu belajar untuk beradaptasi dan menemukan cara dalam mengatasi masalah pembedaan warna. Di samping itu, teknologi medis juga telah menciptakan alat bantu bagi penderita buta warna, seperti lensa mata khusus dan disediakannya setelan tertentu pada perangkat elektronik, perlengkapan rumah tangga, atau komputer demi memudahkan hambatan yang ditemui oleh pengidap kondisi ini.

Arti Mata Juling

Banyak orang tidak mengetahui apa itu mata juling.. Jadi, mata juling adalah mata yang dapat mengarah ke dalam (konvergen), keluar (divergen), atau satu mata lebih tinggi dari mata lainnya. Mata juling disebut juga strabismus, dan ini dapat menyebabkan penurunan binocular atau penglihatan stereo (3D), strabismus pada anak dapat berkembang menjadi mata malas (ambliopia). Biasanya sering terjadi pada anak – anak. Karena anak kecil yangbelum mampu berkomunikasi dengan baik, biasanya tampak sering menyipitkan mata atau memiringkan atau memutar kepala ketika berusaha melihat sesuatu agar lebih jelas. Nah, bagi sebagian anak yang mengalami mata juling mengeluh mengalami pandangan ganda. Namun ada juga yang tidak pernah mengeluh. Kondisi mata juling justru lebih sering dikenali oleh orang lain. Beberapa gejala mata juling yang dapat dicermati antara lain mata tidak bergerak ke arah yang sama di saat bersamaan. Salah satu mata akan menyipit atau menutup pada saat terpapar matahari dan seringkali menabrak saat berjalan.

Penyebab

Pada kondisi ini, umumnya satu mata yang garis pandangnya ke depan lebih dominan dan satu mata lagi yang garis pandangnya tidak selalu ke depan  lebih lemah. Mata yang dominan, kemampuan fokusnya dan hubungan dengan otak jauh lebih baik. Sedangkan mata yang lebih lemah biasanya terlihat tidak fokus atau tidak terhubung baik dengan otak. Sebenarnya tidak diketahui dengan pasti penyebab dari mata juling, kemungkinan hal ini berkaitan dengan genetik. Selain itu, risiko mata juling juga meningkat pada anak yang mengalami persalinan prematur, down syndrome ataupun cedera kepala dan lain-lain. Kondisi mata juling juga dapat dipicu oleh gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau katarak.

Cara Mengatasi Mata Juling

Jika kondisi mata juling tidak mendapatkan perawatan tepat, kemungkinan otak tidak akan menangkap hal-hal yang dilihat pada bagian mata yang lemah. Hal ini dapat menyebabkan kondisi amblyopia atau mata malas yang tidak mampu fokus. Bahkan, dapat menyebabkan kehilangan daya pandang sama sekali.

Pada jangka panjang, mata juling dapat mengganggu kemampuan melihat ruang tiga dimensi

Ada beberapa langkah yang umumnya direkomendasikan untuk mengatasi mata juling yaitu :

·    Penggunaan kaca Langkah ini dapat dilakukan pada mata juling yang tergolong ringan.

·    Penutup mata sementara. Ditempelkan pada mata yang lebih kuat untuk merangsang mata yang lebih lemah. Penutup mata ini digunakan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan harapan dapat membuat mata bergerak ke arah dan kecepatan yang sama.

·    Operasi otot mata. Kemungkinan operasi dapat dilakukan lebih dari satu kali.

·    Obat tetes mata. Diperlukan untuk membantu memperbaiki pandangan yang kabur.

·    Olahraga mata.

Nah, bagi anak-anak yang menderita penyakit mata juling jangan pernah remehkan karena dengan mengetahui gejala awalnya, bisa mengatasi kondisi tersebut jauh lebih baik karena diobati dengan cepat.