Anak Memakai Softlens

Bolehkah Anak Memakai Softlens?

 

Hari ini mimin ga hanya akan menyapa para gadis saja yah! Hari ini mimin juga akan menyapa para Mommies!! Hello, Mom….. Apakah pernah sekelebat terlintas di pikiran kalian tentang apakah anak boleh memakai softlens? Atau umur berapa sebaiknya anak boleh memakai softlens? Amankah anak memakai softlens? Nah, pada artikel hari ini mimin akan membahas tentang pertanyaan – pertanyaan tersebut, Mom!  Yuk langsung aja…

Biasanya dengan alasan anak lebih mudah untuk beraktivitas, lebih bebas dalam ruang geraknya, orang tua biasanya ingin anaknya yang mempunyai mata minus ngga perlu repot  memakai kacamata. Ya kan? Nah, sebenarnya sih tetep harus hati-hati dan penuh pengawasan jika para mommies menginginkan anaknya memakai softlens.

Mom, ada beberapa jenis gangguan mata bawaan pada anak. Sebagian dapat memanfaatkan softlens untuk menanggulangi gangguan atau kelainan mata yang dibawa sejak lahir. Selama optimal meningkatkan kualitas ketajaman penglihatan anak, softlens dapat diindikasikan untuk dipakai. Mata anak harus sudah optimal difungsikan dalam masa perkembangan awalnya, untuk tujuan pembelajaran, dan membuatnya aktif. Karena jika tidak, mata anak menjadi tergolong ”mata malas” (lazy eyes), salah satu gangguan perkembangan mata anak. Anak juga dapat lahir dengan mewarisi kelainan penglihatan yang berbeda pada kedua mata (unequal refraction error). Seperti mata kiri tak sama tingkat ketajaman penglihatannya dengan mata kanan. Namun pemakaian softlens tidak diindikasikan pada anak kurang dari 10 tahun kalau untuk tujuan kosmetik. Anak lebih kecil dari 10 tahun boleh saja memakai softlens demi mengoptimalkan ketajaman penglihatannya.

Seperti yang mimin bilang di atas, pemakaian softlens sepenuhnya memerlukan perhatian dan bantuan orangtua. Pemakaian softlens anak dijuluki pasien berdua (dual-patient). Orangtua anak yang bertanggung jawab atas pemakaian, pemeliharaan, dan tahu kapan jadwal softlens harus dibersihkan atau diganti. Berbeda dengan softlens untuk orang dewasa, jenis softlens dipilih yang soft lenses. Pada usia anak-anak perlu berhati-hati untuk jenis softlens yang dipakai terus tanpa dilepaskan (extended wear lenses) mengingat potensi komplikasi infeksi mata.

Selain itu, untuk usia anak, sebaiknya dipakai jenis softlens yang malam hari dilepas, dan jenisnya bukan yang rigid, melainkan jenis soft lenses. Oleh karena itu, pemilihan softlens harus dengan resep dokter mata, dan tidak bisa sembarang menentukan sendiri, atau memilih jenis softlens sesuka hati. Untuk itu tidak bisa langsung membelinya di toko optik. Ukuran softlens tidak identik dengan ukuran kacamatanya. Lakukan pemeriksaan berkala dan teratur ke dokter mata bagi anak yang terindikasi memakai kaca-mata atau softlens

Bagaimana, Mom? Cukup jelas kan yah artikel mimin hari ini? Xoxo