buta warna

Buta Warna

Pengertian, Gejala, dan Penyebab Buta Warna

facebook softlens tweet softlens

Yap, bulan April ini rasanya mimin penuh dengan berbagai macam penyakit mata yah! Nah, artikel hari ini mimin akan membahas tentang pengertian buta warna sampai penyebabnya. Yuk langsung aja…

Pengertian Buta Warna

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. Penderita penyakit ini cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna ini. Kasus buta warna total sangat jarang ditemukan dan kebanyakan penderita bisa beradaptasi dengan kondisi ini sehingga tidak selalu dianggap sebagai kondisi yang serius.

Nah, gejala yang dialami yaitu ditandai dengan hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang yang normal dapat melihat ratusan warna. Gejala lainnya, sebagian penderita tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami penyakit ini sebelum menjalani tes penglihatan warna.
 

Tipe – Tipe Buta Warna yang Ada

Buta Warna Merah-Hijau (Protanopia)

Sebagian besar penderita akan sulit membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau seperti warna oranye dan cokelat. Tipe ini juga menjadikan penderita sulit membedakan antara warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Dan pria memiliki kecenderungan mengalami buta warna tipe ini lebih besar dibandingkan dengan wanita.
 

Buta Warna Merah-Hijau (Deutranopia)

Tipe ini merupakan gangguan penglihatan terhadap warna yang disebabkan tidak adanya photoreceptor retina hijau. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam membedakan hue pada warna merah dan hijau
 

Buta Warna Biru-Kuning (Tritanopia)

Tipe ini paling jarang terjadi. Penderita tidak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Seorang penderita dapat melihat warna-warna tersebut lebih kusam dibandingkan orang-orang yang memiliki penglihatan normal.
 

Lalu, penyebabnya apa aja sih?

1. Faktor Genetik

Kebanyakan penderita yang mengalami sejak lahir disebabkan oleh faktor genetik yang berikatan dengan kromosom X. Seorang ayah penderita buta warna tidak akan memiliki anak yang menderita penyakit ini kecuali pasangannya memiliki gen buta warna. Hal ini mungkin karena wanita lebih berperan dalam menjadi pembawa gen (carrier) yang akan mewarisi penyakit ini kepada anak. Penderita akibat faktor genetik juga jauh lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, walau terkadang kondisi ini dapat melewati satu generasi. Anak perempuan dipastikan mengidap buta warna jika kedua orang tua adalah pembawa gen buta warna.
 

2. Penyakit

Terdapat sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, glaukoma, kanker darah (leukemia), diabetes, pecandu minuman beralkohol kronis, degenerasi makula, dan anemia sel sabit.
 

3. Usia.

Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.
 

4. Bahan kimia.

Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun, misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.
 

5. Efek samping pengobatan tertentu.

Yap, beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan penyakit ini, seperti digoxin, phenytoin, klorokuin, dan sildenafil. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat.

Penting bagi orang tua untuk dapat mengenali karakteristik dan gejala-gejala sejak awal karena kondisi ini dapat berdampak kepada kemampuan belajar anak. Anak-anak yang mengalami penyakit ini akan merasa kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di rumah maupun di lingkungan luar rumah, termasuk di sekolah jika guru tidak mengetahui masalah ini juga. Beberapa contoh aktivitas penting lain yang bisa terganggu, yaitu: kesulitan membedakan rambu lalu lintas, membedakan obat yang tidak dilabeli dengan baik, membedakan daging matang dan mentah.

Untuk kasus penyakit ini sendiri sampai sekarang ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan girls… Namun banyak penderita yang mampu belajar untuk beradaptasi dan menemukan cara dalam mengatasi masalah pembedaan warna. Di samping itu, teknologi medis juga telah menciptakan alat bantu bagi penderita, seperti lensa mata khusus dan disediakannya setelan tertentu pada perangkat elektronik, perlengkapan rumah tangga, atau komputer demi memudahkan hambatan yang ditemui oleh pengidap kondisi ini.