bulu mata rontok

Bulu Mata Rontok

Punya bulu mata yang lebat dan lentik dipercaya sebagian kaum cewe dapat menambah rasa percaya diri. Namun, jika menggunakan produk yang kurang tepat, hasilnya malah hanya akan menimbulkan hal buruk untuk kamu. Salah dalam menggunakan eyelash curler merupakan salah satu contoh penyebab bulu mata rontok. Sebelum kondisi bulu mata rontok makin parah, ada baiknya kamu mencari tahu dulu apa saja yang menyebabkan hal itu terjadi. Dan, berikut adalah lima kebiasaan makeup yang mampu merusak bulu mata kamu.
 

Kebiasaan Makeup yang Membuat Bulu Mata Rontok

1. Menjepit Bulu Mata Setelah Memakai Maskara

Sebagian dari kamu pasti berpikir bahwa menjepit bulu mata setelah mengaplikasikan maskara adalah hal yang benar. Hal ini justru malah akan merusak bulu mata dan membuat bulu mata rontok. Tahukah kamu? Bulu mata yang sudah terlapisi cairan maskara akan rentan ‘patah’ jika dijepit saat cairan maskaranya sudah kering. Kekeliruan ini juga akan menyebabkan partikel-partikel pada maskara terpisah dan membuatnya tampak kaku. Buruknya lagi, maskara yang partikelnya terpecah akan menjadi butiran halus kemudian sangat mungkin masuk ke dalam mata dan membuatnya iritasi.
 

2. Pemakaian Lem Bulu Mata Palsu yang Kurang Tepat

Memiliki bulu mata yang tipis dan pendek bisa membuat kamu kurang percaya diri. Karena sudah lelah mencoba berbagai produk penyubur bulu mata, akhirnya kamu pun memutuskan untuk mengenakan false eyelashes setiap hari. Nah, jika cara pemakaiannya kurang hati-hati, bulu mata kamu akan rentan rontok lho! Hal ini disebabkan oleh penggunaan lem yang terlalu berlebihan. Satu lagi catatan penting, coba gunakan cotton bud yang telah dilumuri baby oil saat kamu mencopot bulu mata. Baby oil diyakini ampuh melemaskan lem perekat sehingga bulu mata pun lebih mudah dilepas.
 

3. Pakai Produk Pembersih yang Salah

Selektif dalam memilih eye makeup remover perlu dilakukan jika kamu menggunakan produk riasan mata dengan formula waterproof. Produk makeup remover berbasis air dan gel sebenarnya kurang pas untuk membersihkan maskara. Selain hasilnya tidak maksimal, makeup remover jenis ini juga berpotensi membuat mata perih. Hal yang sama pun bisa terjadi bila kamu menggunakan susu pembersih. Produk yang paling ideal untuk membersihkan riasan mata adalah produk yang kandungan dasarnya minyak. Cara pemakaiannya pun perlu diperhatikan. Usapkan kapas yang telah diteteskan eye makeup remover, kemudian tekan sedikit sambil diusap ke satu arah. Hindari menggosok kapas terlalu keras agar bulu mata tidak mudah rontok.
 

4. Pakai Maskara Waterproof Setiap Hari

Nahhhh ini dulu mimin begini nihhh… Pakai maskara tiap hari…. Padahal membersihkan sisa maskara dengan formula wateproof  lebih sulit ketimbang membersihkan maskara biasa meski menggunakan eye makeup remover berbasis minyak. Saat membersihkan maskara waterproof, kamu perlu mengusap kapas secara ekstra supaya maskaranya cepat hilang. Nah, tekanan dari usapan inilah yang akhirnya membuat bulu mata rontok. Parahnya lagi, terlalu keras menggosok juga menyebabkan kulit di sekitar mata lecet. Beberapa maskara juga memiliki formula yang cukup ‘keras’ sehingga bulu mata berisiko rontok. Maka dari itu, pemakaian maskara waterproof hanya pada saat-saat tertentu (saat ada pesta, misalnya) bisa menjadi salah satu cara mencegah kerontokan bulu mata.
 

5. Tidak Memerhatikan Kandungan Kosmetik

Memerhatikan kandungan kosmetik yang akan kamu beli sangat penting. Pasalnya, banyak produk kosmetik yang saat ini dijual secara asal tanpa melakukan uji coba secara klinis dan bahkan ada yang belum lolos BPOM. Sebelum membeli maskara, pastikan produk yang kamu pilih itu dilengkapi dengan formula hypoallergenic dan tentunya telah teruji secara dermatologis. Jika kamu gemar menggunakan bulu mata palsu, pilihlah bulu mata palsu yang terbuat dari bahan-bahan yang aman.

makeup palsu

Makeup Palsu

Girls, makeup merupakan hal yang sangat digemari kaum kita yaaa…. Banyak banget sekarang beauty vlogger atau blogger yang senang bereksperimen dengan makeup menggunakan berbagai macam produk. Mulai dari foundation, blush, bronzer, lipstik, dan masih banyak lagi. Sayangnya, melihat peluang bisnis yang besar dalam dunia makeup, banyak oknum tidak bertanggung jawab membuat dan menjual makeup palsu dengan harga yang jauh lebih murah dari produk aslinya. Banyak banget kannn kalo di instagram online shop yang jual dengan harga yang super duper miring.. Misalnya harga aslinya berjuta juta, atau beratus ratus ribu, disana Cuma jual 50ribu… Nahhh… Sebenarnyaaaa makeup palsu boleh untuk dipakai ngga sih?
 

Bahaya Makeup Palsu

Jika digunakan pada kulit wajah, beberapa kandungan pada makeup palsu bisa mendatangkan efek yang berbahaya loh. Salah satu kandungan yang perlu dihindari adalah merkuri. Kandungan ini bisa menyerap ke dalam pori-pori dan menimbulkan jerawat, gatal, dan jika parah akan menyebabkan mual, pusing, juga gangguan penglihatan.

Ada juga Rhodamin B bahan berbahaya . Rhodamin B biasanya dipakai untuk pewarna tekstil, tinta, dan kertas. Bahan ini sering dipakai untuk membuat lipstik palsu. Lipstik yang kita pakai akan otomatis terserap dan ada yang tertelan. Bahan ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam organ tubuh kita. Efeknya akan membuat bibir bengkak, kanker, juga penyakit liver.

Asam retinoat juga merupakan bahan yang sangat berbahaya. Efek jangka pendeknya akan membuat kulit kita terbakar dan iritasi. Bahan ini juga sangat berbahaya bagi ibu hamil, karena akan membahayakan janin dan menyebabkan cacat permanen. Duhh!!!
 

Tips Menghindari Makeup Palsu

  1. Seperti yang tadi mimin bilang… Jangan tergiur dengan harga murah. Kebanyakan makeup palsu dijual dengan harga kurang dari setengah harga asli. Kalau lihat Urban Decay Naked Palette yang kisarannya dijual Rp750.000 namun ada yang menawarkan seharga Rp100.000 – Rp200.000, bisa dipastikan produk itu palsu.
  2. Jangan membeli makeup di tempat yang tidak meyakinkan. Lebih baik beli di beauty e-commerce dan online shop yang terpercaya, atau counter asli dari brand tersebut.
  3. Pastikan produk tersebut memiliki BPOM. (cek di http://cekbpom.pom.go.id/)
  4. Teliti bahan dasar makeup sebelum membeli. Pastikan tidak mempunyai bahan berbahaya yang sudah disebut di atas.

Nah, girls.. Udah tau kan kalo make up palsu ternyata berbahaya banget.. Ayo lebih hati-hati jika ingin membeli makeup, jangan sampai tergiur dengan harga yang murah tapi malah mendatangkan banyak masalah untuk kulit.

umur kadaluarsa

Umur Kadaluarsa Kosmetik

Hallo, girls.. Ngga bisa kita pungkiri bahwa kosmetik telah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan wanita yah. Penggunaan kosmetik yang cocok dapat membantu menutupi kekurangan wajah dan menonjolkan kelebihan dari wajah, sehingga pemakainya kelihatan lebih cantik, setuju ya? Tapi, ternyata kamu juga harus memperhatikan umur kadaluarsa dari kosmetik yang kamu punya loh! Mengapa? Karena kosmetik dapat kedaluarsa. Nah looo… Dan zat yang digunakan sebagai pengawet pada kosmetik setelah jangka waktu tertentu akan habis atau tidak memberikan manfaat lagi. Pada saat inilah kosmetik dikatakan kedaluarsa. Padahal nih kadang – kadang saat kita liat kosmetik belum habis, kita merasa sayang untuk membuangnya. Ya kan? Girls, jika kosmetik tersebut sudah kedaluarsa dan tetap kamu pakai, dapat menyebabkan dampak yang merugikan untuk wajah, misalnya kulit menjadi alergi, gatal, merah, atau bengkak. Hilangnya fungsi pengawet, menyebabkan banyak kuman yang berkembang biak dan merusak kosmetik sehingga memberikan efek negatif untuk wajah.
 

Hmmm… Secara umum, umur kedaluarsa kosmetik seperti berikut :

  • Lipstick dan lipgloss mempunyai umur kadaluarsa sekitar 2 – 3 tahun
  • Alas bedak atau foundation mempunyai umur kadaluarsa sekitar 1 – 2 tahun
  • Bedak juga mempunyai waktu kadaluarsa sekitar 1 – 2 tahun
  • Blush on hanya mempunyai waktu kadaluarsa sekitar 4 – 6 bulan
  • Sedangkan maskara mempunyai waktu kadaluarsa sekitar 3 – 6 bulan
  • Begitu pula dengan eye shadow juga mempunyai waktu kadaluarsa sekitar 3 – 6 bulan

Nah, ternyata selain hilangnya fungsi pengawet setelah jangka waktu tertentu, adapula yang menyebabkan kedaluwarsa jenis kosmetik tertentu tidak sama. Beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab kedaluwarsa tiap jenis kosmetik berbeda-beda antara lain adalah bahan pembuat kosmetik, cara pemakaian kosmetik dan cara penyimpanan kosmetik. Berikut ini beberapa faktor penyebab kedaluwarsa kosmetik berbeda-beda :
 

  1. Bahan Pembuat Kosmetik

Kosmetik berbentuk cream (misalnya blush on) lebih cepat kedaluwarsa dibandingkan bentuk bubuk padat. Kosmetik yang berbahan dasar air umurnya lebih sedikit dari kosmetik yang berbahan dasar minyak.
 

  1. Cara Penggunaan Kosmetik

Pemakaian kosmetik dengan menggunakan kuas lebih tahan lama dibandingkan bila langsung digunakan ke wajah atau bila menggunakan jari. Hal ini disebabkan adanya kontak langsung dari anggota tubuh yang dapat menyebarkan kuman pada kosmetik.
 

  1. Penyimpanan Kosmetik

Bila disimpan dalam tempat yang sejuk dan tertutup rapat dapat mengurangi jumlah kuman yang masuk dalam kosmetik sehingga umur kosmetik dapat lebih lama.

Nah, sebaiknya kamu juga membuang kosmetikmu jika kosmetik yang kamu punya sudah mulai berubah warna, pecah-pecah membentuk butiran, atau bila berbau. Hal ini mengindikasikan bahwa kosmetik sudah lama dan kedaluwarsa. Ingatlah, bahwa wajah lebih penting daripada tetap menggunakan kosmetik kedaluarsa yang berdampak buruk.. hihihi…

wajah berminyak

Wajah Berminyak

Mimin sebel sih punya wajah berminyak..
Tapi gara- gara itu, mimin harus memutar otak saat akan mengaplikasikan make up. Karena mimin takut yang tadinya mau tampil cantik, apa daya kilauan di muka mimin malah makin menjadi. Nah, gemes kan yahhh jadinya… Mimin jadi rutin cari info sana-sini untuk mengetahui lebih jauh tentang masalah wajah yang satu ini. Nah, apa aja bahasan artikel mimin hari ini? Yuk langsung aja…
 

Apa sih Penyebab Wajah Berminyak?

1. Salah satu penyebab minyak yang berlebihan di wajah adalah karena pengaruh hormon di dalam tubuhmu

Saat kamu merasa minyak pada wajah lagi banyak-banyaknya, biasanya kamu berpikir bahwa masalah wajahmu ini semakin parah. Padahal nggak selalu demikian, salah satu penyebab wajah dengan minyak yang membludak adalah hormon di dalam tubuh yang lagi nggak stabil. Harus disadari bahwa cewek sering mengalami perubahan hormon, saat sedang haid atau menstruasi, misalnya. Hal ini jugalah yang menyebabkan mood kamu jadi kacau nggak karuan. Makanya, jangan heran saat kamu merasa bahwa minyak di wajahmu sedang berlebihan, lalu beberapa hari kemudian kembali normal seperti sediakala.
 

2. Faktor genetik juga bisa jadi penyebabnya.

Selain karena hormon yang lagi nggak stabil, kulit wajah yang berminyak juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Percaya atau nggak, kamu boleh cari tahu riwayat jenis kulit anggota keluargamu. Mulai dari orangtua, om-tante, atau bahkan kakek-nenekmu. Karena bisa saja jumlah kelenjar dan tingkat aktivitasnya yang mengakibatkan produksi minyak berlebih ini nggak jauh berbeda denganmu. Kalau memang ternyata jawabannya adalah iya, berarti memang sudah takdirnya kamu punya wajah berminyak. Kayak mimin nih faktor genetik dari papa… Tinggal kita pintar-pintar merawatnya saja !
 

3. Pola makan sehari-hari dan kondisi psikis bisa juga memengaruhi kondisi kulit wajah yang berminyak, lho!

Ketika sedang lapar, biasanya kita nggak memedulikan asupan yang masuk ke dalam tubuh, termasuk kamu jugakah? Bagimu, yang terpenting adalah perut kenyang, lidah dan dahaga terpuaskan. Padahal, menjaga pola makan itu perlu karena dapat memengaruhi produksi minyak pada wajah. Kamu dianjurkan untuk nggak terlalu sering mengonsumsi lemak, makanan asin dan makanan yang banyak mengandung gula karena makanan tersebut kurang baik bagi wajah berminyak. Selain itu, kondisi psikis seperti sering stres pun bisa menyebabkan kulit wajah makin mengkilap. Makanya, kamu harus bisa mengatur suasana hati, ya.
 

4. Cara kamu membersihkan wajah selama ini bisa jadi keliru. Misalnya, salah pilih sabun pembersih dan menggosoknya terlalu kasar pada wajah

Kalau kamu sudah rutin membersihkan wajah, tapi merasa masih berminyak juga, coba cek caramu membersihkannya. Bisa saja ketika membersihkan wajah, kamu melakukannya secara terburu-buru sehingga menggosok kulit wajah terlalu kasar.
Hal ini bisa menyebabkan minyak di wajahmu nggak hilang secara maksimal. Selain itu, kamu juga perlu mengecek sabun pembersih yang digunakan. Apakah memang diperuntukkan khusus kulit berminyak atau nggak. Jika sabun pembersih itu sudah mengandung salicylic acid, beta-hydroxy acid, glycolic acid atau benzoyl peroxide, artinya pilihanmu sudah tepat. Mencuci wajahnya pun jangan terlalu sering, cukup 2 kali sehari saja saat pagi dan sore atau malam hari.
 

5. Produk kosmetik yang nggak sesuai bisa jadi masalah. Kulit berminyak sebaiknya pakai bedak tabur

Sebagai cewek kekinian yang mudah terpikat dengan beragam iklan produk kecantikan, tanpa disadari kamu jadi korbannya. Kamu jadi menyepelekan produk khusus kulit berminyak, alhasil kamu jadi sering coba-coba. Misalnya saja kamu lebih suka bedak padat dibanding bedak tabur karena mengikuti tren yang diperkenalkan para beauty blogger. Padahal dengan kondisi kulitmu yang berminyak, sebaiknya pilih bedak tabur. Selain itu, kamu nggak lagi menggunakan pelembap lantaran merasa wajahmu sudah cukup lembap. Pelembap itu sejatinya masih diperlukan untuk mencegah penuaan kulit, lho. Pilih pelembap yang oil free untuk merawat kulit wajah berminyakmu itu, ya!
Well, artikel di atas semua mengupas tentang kulit berminyak.. Dan sekarang kamu jadi tau kan, kiat-kiat untuk menghadapi wajah berminyak? Tanpa harus menyalahkan diri sendiri karena kebiasaan yang cenderung membuat produksi minyak jadi berlebih, ternyata banyak faktor yang menyebabkan minyak di wajahmu nggak mau hilang. Rawat kulit berminyakmu sesuai pemicunya juga bisa dicoba, lho..